Penerapan pembuktian ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap anak luar kawin yang memiliki hubungan keperdataan dengan laki-laki sebagai ayahnya (studi terhadap beberapa putusan pengadilan)

Runtukahu, Brenda (2016) Penerapan pembuktian ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap anak luar kawin yang memiliki hubungan keperdataan dengan laki-laki sebagai ayahnya (studi terhadap beberapa putusan pengadilan). Masters thesis, Universitas Pelita Harapan.

[img] Text (Title)
Title.pdf

Download (1MB)
[img] Text (Abstract)
Abstract.pdf

Download (297kB)
[img] Text (ToC)
ToC.pdf

Download (396kB)
[img] Text (Chapter 1)
Chapter 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (375kB)
[img] Text (Chapter 2)
Chapter 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (457kB)
[img] Text (Chapter 3)
Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (312kB)
[img] Text (Chapter 4)
Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (492kB)
[img] Text (Chapter 5)
Chapter 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (280kB)
[img] Text (Bibliography)
Bibliography.pdf

Download (357kB)

Abstract

Semenjak ditetapkannya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU- VIII/2010 mengenai anak luar kawin yang diakui, banyak putusan serta penetapan yang di dikabulkan dan ditolak. Dalam putusan mahkamah konstitusi tersebut banyak penerimaan dan penolakan dalam masyarakat yang dimana dirasa kurang adilnya tanpa adanya peraturan pelaksanaan dalam putusan mahkamah konstitusi ini maka terdapat kekosongan hukum serta menganalisis putusan dan penetapan pengadilan yang berbagai macam peristiwa hukum bagi anak luar kawin. Kekuatan hukum dalam putusan mahkamah konstitusi memberikan perhatian khusus terhadap apa yang menjadi dasar majelis hakim dalam memutuskan setiap perkara. Fakta dalam persidangan serta bukti-bukti yang diajukan para pihak menjadi dasar dalam memutuskan anak luar kawin menjadi anak yang memiliki hubungan keperdataan dengan laki-laki sebagai ayahnya. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan perundang- undang, juga dengan pendekatan kasus, yaitu dengan mewawancarai langsung mantan notaris yang berada di Jakarta Barat. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU- VIII/2010 belum dapat sepenuhnya menjamin hak anak untuk diakui sebagai anak sah yang memiliki hubungan keperdataan dengan ayahnya dan perlunya peraturan pelaksanaan dalam putusan mahkamah konstitusi agar anak luar kawin dalam berbagai macam kasus dapat diselesaikan dengan baik tanpa ada yang merasa dirugikan dari pihak anak luar kawin yang berhak untuk mendapatkan pengakuan dan tanpa membedakan antara satu dengan lainnya / Since the enactment of the Constitutional Court Decision No. 46 / PUU-VIII / 2010 concerning children outside of mating recognized, a lot of judgment and determination that was granted and denied. In a court ruling that a lot of acceptance and rejection in a society where the perceived lack of fairness in the absence of regulations implementing the constitutional court's ruling that there is a legal vacuum as well as analyzing the decision and the court ruling that a wide variety of legal event for children outside of marriage. The force of law in a court ruling giving special attention to what the basic judges in deciding each case. Facts in the trial and the evidence presented by the parties would be the basis for deciding the child outside the child who has married into civil relations with a man as his father. In this study, data collection is done by using an approach law- legislation, also with the approach of the case, namely the direct interviewing former notary located in West Jakarta. From these results, it can be concluded that the Constitutional Court Decision No. 46 / PUU-VIII / 2010 has not been able to fully guarantee the right of children to be recognized as a legitimate child has a relationship of civil with his father and the necessity of implementing regulations in a court ruling that the child outside of mating in various cases can be resolved well without any aggrieved party outside the mating children who qualify for the recognition and without distinguishing between one another

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsNIMEmail
Runtukahu, BrendaUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
ContributorRedi, AhmadUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: University Subject > Current > Faculty/School - UPH Karawaci > Faculty of Law > Master of Notary
Current > Faculty/School - UPH Karawaci > Faculty of Law > Master of Notary
Depositing User: Ms Devy Christiany Zega
Date Deposited: 10 May 2019 04:22
Last Modified: 10 May 2019 04:22
URI: http://repository.uph.edu/id/eprint/3255

Actions (login required)

View Item View Item