Kedudukan hukum akta notaris yang dibuat untuk kepentingan pribadi dan keluarganya

Angriawan, Levina Belinda (2017) Kedudukan hukum akta notaris yang dibuat untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. Masters thesis, Universitas Pelita Harapan.

[img] Text (Title)
Title.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (955kB)
[img] Text (Abstract)
Abstract.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (297kB)
[img] Text (ToC)
ToC.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (343kB)
[img] Text (Chapter1)
Chapter 1.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (405kB)
[img] Text (Chapter2)
Chapter 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (474kB)
[img] Text (Chapter3)
Chapter 3.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (354kB)
[img] Text (Chapter4)
Chapter 4.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (434kB)
[img] Text (Chapter5)
Chapter 5.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (342kB)
[img] Text (Bibliography)
Bibliography.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (914kB)

Abstract

Notaris adalah pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta otentik sesuai dengan aturan yang ada dalam peraturan perundang-undangan. Akta otentik merupakan suatu alat bukti terkuat. Sehingga dalam pembuatannya Notaris dituntut untuk berhati-hati dan bertanggung jawab atas suatu akta otentik yang dibuatnya dan harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemasalahan pertama yaitu sejauh mana tanggung jawab Notaris terhadap akta yang dibuatnya untuk kepentingan pribadi dan keluargannya, dan yang kedua tentang akibat hukum terhadap Notaris yang membuat akta untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. Peneliatian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan didasarkan pada buku kepustakaan. Tesis ini membahas dua permasalahan. Dalam pasal 52 UUJN tersebut memuat tentang larangan seorang Notaris dalam pembuatan akta yang dilarang membuat untuk dirinya sendiri, suami-istri, atau orang lain yang mempunyai hubungan kekeluargaan baik karena perkawinan maupun hubungan darah dalam garis keturunan lurus kebawah dan atau keatas tanpa pembatasan derajat, serta dalam garis menyamping sampai dengan derajat ketiga, serta menjadi pihak untuk diri sendiri. Akibat seorang Notaris melanggar ketentuan tersebut adalah kekuatan pembuktian akta menjadi dibawah tangan atau akta tersebuat menjadi batal demi hukum, serta Notaris tersebut diwajibkan mengganti biaya kerugaian beserta bunga yang diderita para pihak yang diakibatkan oleh akta tersebut / Notary is a public official authorized to make an authentic act in accordance with the rules contained in the legislation. Authentic deeds are the strongest evidence of evidence. So in the making it a Notary is required to be cautious and responsible for an authentic act made and must comply with the prevailing laws and regulations. The first concern is the extent to which the responsibility of the Notary to the deed he made for his personal and family interests, and the second concerning the legal consequence of the Notary that makes the deed for his personal and family interests. This observation uses normative juridical methods based on literature books. This thesis discusses two problems. In article 52 the UUJN contains a ban on a Notary in the making of a prohibited act for himself, a spouse, or other person who has a family relationship either because of marriage or blood relations in lineage straight down and above without restriction of degrees, and In a sideways line up to a third degree, as well as a party for yourself. The consequence of a Notary in violation of the provisions is the power of attestation of the deed to be under the hand or the act made into null and void, and the Notary is required to reimburse the costs of interest and interest suffered by the parties as a result of the act

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsNIMEmail
Angriawan, Levina BelindaNIM00000020148LEVINA.ANGRIAWAN@GMAIL.COM
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDKEmail
Thesis advisorBaharini, ElyNIDN0307126605UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Kedudukan Hukum Akta Notaris; Akta Notaris; dan Kewenangan Notaris; Position of Law Notary; Notary Deed; and Notary Authority
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: University Subject > Current > Faculty/School - UPH Karawaci > Faculty of Law > Master of Notary
Current > Faculty/School - UPH Karawaci > Faculty of Law > Master of Notary
Depositing User: Ms Devy Christiany Zega
Date Deposited: 19 Jun 2019 08:38
Last Modified: 06 Aug 2020 07:13
URI: http://repository.uph.edu/id/eprint/3640

Actions (login required)

View Item View Item