Lago, Yuber (2022) JURIDICAL ANALYSIS ON DEATH PENALTY AS A FORM OF CRIMINAL SANCTION IN INDONESIA VIS-À-VIS THE CONCEPT OF "MOST SERIOUS CRIME" UNDER THE ARTICLE 6 OF INTERNATIONAL COVENANT ON CIVIL AND POLITICAL RIGHTS (AS RATIFIED BY THE LAW NO. 12 OF 2005). Bachelor thesis, Universitas Pelita Harapan.
Preview
Title.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (96kB) | Preview
Preview
Abstract.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (209kB) | Preview
Preview
ToC.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (676kB) | Preview
Preview
Chapter1.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (1MB) | Preview
![Chapter2 [thumbnail of Chapter2]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
Chapter2.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (5MB)
![Chapter3 [thumbnail of Chapter3]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
Chapter3.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (1MB)
![Chapter4 [thumbnail of Chapter4]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
Chapter4.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (6MB)
![Chapter5 [thumbnail of Chapter5]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
Chapter5.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (583kB)
Preview
Bibliography.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (786kB) | Preview
![Appendices [thumbnail of Appendices]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (718kB)
Abstract
Perbuatan pidana adalah perbuatan yang keji, karena menyebabkan kerugian kepada korbannya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kerugian bisa berupa hilangnya nyawa, kemerdekaan, keutuhan organ tubuh, pikiran yang damai, bahkan dalam beberapa perbuatan pidana menyebabkan hilangnya nyawa korban. Pidana mati sebagai salah satu bentuk sanksi dalam hukum pidana adalah untuk merealisasikan tujuan pemidanaan itu sendiri, yaitu membalaskan perbuatan setimpal dan juga memberikan efek jera kepada pelaku. Namun, di pihak lain pidana mati sangat menggugah rasa nurani dari para penggiat dan penyuka hak asasi manusia, karena sifatnya yang menghilangkan hak paling mendasar dari suatu hidup yaitu hak untuk hidup itu sendiri. Oleh karena itu, di dalam instrument hak asasi manusia (HAM) internasional yang menjamin hak untuk hidup seperti ICCPR, pidana mati diperbolehkan hanya untuk kejahatan paling serius. Kejahatan paling serius belum didefinisikan secara terang benderang dalam ICCPR sehingga skripsi ini bertujuan untuk menemukan arti dan syarat-syarat elemen suatu kejahatan bisa disebutkan sebagai kejahatan paling serius. Indonesia, sebagai negara yang sudah meratifikasi ICCPR melalui UU No. 12 tahun 2005, berkewajiban untuk mematuhi isi kovenan ini di dalam hukum domestiknya. Skripsi ini bertujuan menemukan elemen-element kejahatan paling serius itu dan menguji kepatuhan produk hukum nasional yang mengandung pidana mati seperti KUHP (Wetboek van Strafrecht) dan Undang-Undang Lex Specialis lainnya terhadap kepatuhan mereka dalam memberikan pidana mati hanya untuk kejahatan paling serius. Dalam menentukan tersebut, harus diperhatikan apakah kejahatan tersebut memenuhi elemen-elemen kejahatan paling serius yang telah dibahas dalam analisa skripsi ini. Pada akhir skripsi, penulis menemukan ternyata beberapa kejahatan atau delik tidak mengikuti konsep kejahatan paling serius karena kegagalan memenuhi elemennya sehingga perlunya ada revisi dan perbaikan dalam suatu semangat Indonesia sebagai negara sudah menjadi negara pihak ICCPR menjalankan komitmennya yang sudah dinotakan melalui ratifikasi ICCPR.
Item Type: | Thesis (Bachelor) |
---|---|
Creators: | Creators NIM Email ORCID Lago, Yuber NIM01052180015 y.lago3011@gmail.com UNSPECIFIED |
Contributors: | Contribution Contributors NIDN/NIDK Email Thesis advisor Limenta, Michelle Engel NIDN0305028101 michelle.limenta@uph.edu Thesis advisor Marpaung, Jessica Vincentia NIDN0301039001 jessica.marpaung@uph.edu |
Uncontrolled Keywords: | pidana mati; iccpr; lex specialis |
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | University Subject > Current > Faculty/School - UPH Karawaci > Faculty of Law > Law Current > Faculty/School - UPH Karawaci > Faculty of Law > Law |
Depositing User: | Users 9461 not found. |
Date Deposited: | 24 Feb 2022 07:58 |
Last Modified: | 24 Feb 2022 07:58 |
URI: | http://repository.uph.edu/id/eprint/46724 |