Chandra, Elvira Grizelle (2023) Analyzing the peolitical and conomic relations between ROC and PRC under Ma Ying Jeou in 2008–2016 - Analisis hubungan politik dan ekonomi antara Republik Tiongkok dan Republik Rakyat Tiongkok di bawah kepemimpinan Ma Ying Jeou pada tahun 2008-2016. Bachelor thesis, Universitas Pelita Harapan.
Preview
Title.pdf.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (152kB) | Preview
Preview
Abstract.pdf.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (557kB) | Preview
Preview
ToC.pdf.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (810kB) | Preview
Preview
Chapter1.pdf.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (1MB) | Preview
![Chapter 2 [thumbnail of Chapter 2]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
Chapter2.pdf.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (2MB)
![Chapter 3 [thumbnail of Chapter 3]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
Chapter3.pdf.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (645kB)
![Chapter 4 [thumbnail of Chapter 4]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
Chapter4.pdf.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (4MB)
![Chapter 5 [thumbnail of Chapter 5]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
Chapter5.pdf.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (503kB)
Preview
Bibliography.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (1MB) | Preview
![Appendices [thumbnail of Appendices]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (2MB)
Abstract
Taiwan atau Republik Tiongkok dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi Asia di dunia, namun hubungannya dengan tetangga terdekatnya, yaitu Republik Rakyat Tiongkok, bukanlah yang terbaik. Semua orang tahu mengenai rumitnya hubungan kedua entitas ini selama bertahun-tahun, namun hubungan mereka mulai stabil pada tahun 2008-2016, pada pemerintahan Ma Ying Jeou. Ia mencapai pertumbuhan ekonomi dan politik yang luar biasa melalui lebih dari 20 perjanjian yang ditandatangani oleh Republik Tiongkok dan RRT, jumlah perjanjian terbanyak yang pernah dicapai. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya memahami faktor-faktor dibalik fenomena tersebut, bagaimana pengambilan keputusan kebijakan luar negeri Republik Tiongkok mempengaruhi hubungan politik dan ekonomi mereka. Teori realisme neoklasik digunakan dalam penelitian ini dengan konsep Sistem Internasional/Anarki, Persepsi Pemimpin dan Kebutuhan Dalam Negeri, Pembuatan/Proses Kebijakan Luar Negeri, dan Politik Luar Negeri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian eksplanatori. Penelitian ini mengungkapkan bahwa sistem internasional yang anarkis, dengan bangkitnya RRT dengan pengaruh ekonomi, militer, dan politiknya di dunia berpengaruh dalam mengurangi ketegangan dengan RRT. Selain itu, kebutuhan dalam negeri Republik Tiongkok yang memprioritaskan pertumbuhan ekonominya dan mengurangi ketegangan di Selat Taiwan serendah mungkin juga mempengaruhi proses pengambilan keputusan untuk menjalin lebih banyak kerja sama ekonomi dengan mereka. Selain itu, latar belakang keluarga Ma yang masih terikat erat dengan RRT, latar belakang politik, serta cara ia memandang RRT sebagai mitra yang dapat diajak bekerja sama, memengaruhi kebijakan luar negeri Taiwan yang menganggap RRT sebagai sekutu, bukan seorang musuh. Pengakuan terhadap Konsensus tahun 1992, lebih dari 20 perjanjian yang ditandatangani, berkurangnya ketegangan di Selat Taiwan, dan pertemuan pertama antara pemimpin Taiwan dan RRT pada tahun 2015 melambangkan bagaimana hubungan mereka berjalan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi sistem internasional, kebutuhan domestik Republik Tiongkok untuk memprioritaskan pertumbuhan ekonomi, dan persepsi positif Ma terhadap Tiongkok memengaruhi hubungan politik dan ekonomi Republik Tiongkok dengan RRT. / Taiwan atau Republik Tiongkok dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi Asia di dunia, namun hubungannya dengan tetangga terdekatnya, yaitu Republik Rakyat Tiongkok, bukanlah yang terbaik. Semua orang tahu mengenai rumitnya hubungan kedua entitas ini selama bertahun-tahun, namun hubungan mereka mulai stabil pada tahun 2008-2016, pada pemerintahan Ma Ying Jeou. Ia mencapai pertumbuhan ekonomi dan politik yang luar biasa melalui lebih dari 20 perjanjian yang ditandatangani oleh Republik Tiongkok dan RRT, jumlah perjanjian terbanyak yang pernah dicapai. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya memahami faktor-faktor dibalik fenomena tersebut, bagaimana pengambilan keputusan kebijakan luar negeri Republik Tiongkok mempengaruhi hubungan politik dan ekonomi mereka. Teori realisme neoklasik digunakan dalam penelitian ini dengan konsep Sistem Internasional/Anarki, Persepsi Pemimpin dan Kebutuhan Dalam Negeri, Pembuatan/Proses Kebijakan Luar Negeri, dan Politik Luar Negeri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian eksplanatori. Penelitian ini mengungkapkan bahwa sistem internasional yang anarkis, dengan bangkitnya RRT dengan pengaruh ekonomi, militer, dan politiknya di dunia berpengaruh dalam mengurangi ketegangan dengan RRT. Selain itu, kebutuhan dalam negeri Republik Tiongkok yang memprioritaskan pertumbuhan ekonominya dan mengurangi ketegangan di Selat Taiwan serendah mungkin juga mempengaruhi proses pengambilan keputusan untuk menjalin lebih banyak kerja sama ekonomi dengan mereka. Selain itu, latar belakang keluarga Ma yang masih terikat erat dengan RRT, latar belakang politik, serta cara ia memandang RRT sebagai mitra yang dapat diajak bekerja sama, memengaruhi kebijakan luar negeri Taiwan yang menganggap RRT sebagai sekutu, bukan seorang musuh. Pengakuan terhadap Konsensus tahun 1992, lebih dari 20 perjanjian yang ditandatangani, berkurangnya ketegangan di Selat Taiwan, dan pertemuan pertama antara pemimpin Taiwan dan RRT pada tahun 2015 melambangkan bagaimana hubungan mereka berjalan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi sistem internasional, kebutuhan domestik Republik Tiongkok untuk memprioritaskan pertumbuhan ekonomi, dan persepsi positif Ma terhadap Tiongkok memengaruhi hubungan politik dan ekonomi Republik Tiongkok dengan RRT.
Item Type: | Thesis (Bachelor) |
---|---|
Creators: | Creators NIM Email ORCID Chandra, Elvira Grizelle NIM01043200009 emiliaelvira123@gmail.com UNSPECIFIED |
Contributors: | Contribution Contributors NIDN/NIDK Email Thesis advisor Jemadu, Aleksius NIDN0412106101 aleksius.jemadu@uph.edu |
Uncontrolled Keywords: | Ma Yying Jeou; Republic of China; people’s Republic of China; foreign policy; political and economic relations. |
Subjects: | J Political Science > JZ International relations |
Divisions: | University Subject > Current > Faculty/School - UPH Karawaci > Faculty of Social and Political Science > International Relations Current > Faculty/School - UPH Karawaci > Faculty of Social and Political Science > International Relations |
Depositing User: | ELVIRA ELVIRA |
Date Deposited: | 20 Dec 2023 04:53 |
Last Modified: | 20 Dec 2023 04:59 |
URI: | http://repository.uph.edu/id/eprint/59543 |