Cancerikka, Chikka (2014) Penyalahgunaan permohonan peninjauan kembali atas nama terpidana yang berstatus buronan oleh ahli waris (studi kasus putusan PK MA no. 97/PK/PID.SUS/2012. Bachelor thesis, Universitas Pelita Harapan.
![Title.pdf [thumbnail of Title.pdf]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
1. Sampul.pdf
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (2MB)
Preview
2. Abstrak.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (276kB) | Preview
Preview
3. Bab-1.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (436kB) | Preview
![Chapter2.pdf [thumbnail of Chapter2.pdf]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
4. Bab-2.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (436kB)
![Chapter3.pdf [thumbnail of Chapter3.pdf]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
5. Bab-3.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (436kB)
![Chapter4.pdf [thumbnail of Chapter4.pdf]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
6. Bab-4 (Penutup).pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (436kB)
Preview
7. Pustaka.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (436kB) | Preview
Abstract
Peninjauan Kembali (PK) merupakan upaya hukum luar biasa. Dikatakan luar
biasa karena upaya hukum PK dapat dilakukan terhadap putusan pengadilan yang telah
memperoleh kekuatan hukum tetap. Kitab Undang – Undang Hukum Acara Pidana
(KUHAP) mengatur mengenai upaya hukum PK dalam pasal 263 sampai 269. Dalam
pasal 263 ayat (1) mengatur mengenai pihak – pihak yang dapat mengajukan PK,
diantaranya adalah terpidana atau ahli waris. Berdasarkan ketentuan tersebut, hak
permohonan PK hanya diberikan kepada terpidana atau ahli warisnya. Berbicara
mengenai ahli waris berarti merujuk pada pasal 830 KUHPer, dimana dalam pasal
tersebut menentukan bahwa perwarisan hanya berlangsung karena kematian. Hal inilah
yang menjadi permasalahan dalam upaya hukum PK atas kasus Sudjiono Timan.
Berawal dari putusan Mahkamah Agung (MA) pada tingkat kasasi yang menghukum
Sudjiono Timan dengan pidana penjara selama 15 (lima belas tahun) dan denda sebesar
Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak
dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan serta pidana tambahan
berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp 369.446.905,115 ( tiga ratus enam puluh
sembilan milyar empat ratus empat puluh enam juta sembilan ratus lima ribu seratus
lima belas rupiah ). Pada saat itu, Sudjiono Timan seharusnya menjalani hukuman tetapi
realitanya Sudjiono Timan melarikan diri dan pada akhir tahun 2004, Sudjiono Timan
dinyatakan sebagai buronan dan masuk dalam daftar pencarian orang. Pada 20 Januari
2012, Fanny Barki yang merupakan isteri Sudjiono Timan mengajukan PK dengan
menganggap dirinya adalah ahli waris dari Sudjiono Timan.
Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah putusan majelis hakim PK yang
tertuang dalam putusan PK MA NO.97 PK/PID.SUS/2012 dalam mengadili kasus
koruptor Sudjiono Timan adalah tepat dan telah memberikan kepastian hukum. Metode
penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yakni upaya mencari penyelesaian
masalah melalui studi kepustakaan dan hukum diartikan sebagai norma atau dogmatik.
Hasil Penelitian diketahui bahwa Majelis Hakim PK menerima dan
mengabulkan permohonan PK oleh Fanny Barki melalui putusan PK MA No. 97
PK/PID.SUS/2012. Diterima dan dikabulkannya permohonan PK oleh majelis hakim
PK adalah tidak tepat mengingat permohonan PK diajukan oleh isteri terpidana dengan
status buronan dan belum meninggal dunia, serta sangat ironis apabila ahli waris
terpidana menuntut haknya sementara kewajiban terpidana melaksanakan putusan MA
tidak dipenuhi atau dilaksanakan.
Item Type: | Thesis (Bachelor) |
---|---|
Creators: | Creators NIM Email ORCID Cancerikka, Chikka NIM05120100001 UNSPECIFIED UNSPECIFIED |
Contributors: | Contribution Contributors NIDN/NIDK Email Thesis advisor Mandiana, Sari UNSPECIFIED UNSPECIFIED Thesis advisor Hehakaya, Hans Edward UNSPECIFIED UNSPECIFIED |
Uncontrolled Keywords: | peninjauan kembali; terpidana buron; ahli waris |
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | University Subject > Current > Faculty/School - UPH Surabaya > Faculty of Law > 74201 - Department of Law Current > Faculty/School - UPH Surabaya > Faculty of Law > 74201 - Department of Law |
Depositing User: | Rafael Rudy |
Date Deposited: | 16 Jan 2024 06:39 |
Last Modified: | 16 Jan 2024 06:39 |
URI: | http://repository.uph.edu/id/eprint/60239 |