Wimayo, Devina (2015) Studi kasus kepailitan putusan Pengadilan Niaga Surabaya putusan no.14/PLW.PAILIT/2014/PN.NIAGA.SBY JO no. 03/2010/PN.NIAGA.SBY. Bachelor thesis, Universitas Pelita Harapan.
![Title.pdf [thumbnail of Title.pdf]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
Sampul.pdf
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (1MB)
Preview
Abstract.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (1MB) | Preview
Preview
Bab-1.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (260kB) | Preview
![Chapter2.pdf [thumbnail of Chapter2.pdf]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
Bab-2.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (270kB)
![Chapter3.pdf [thumbnail of Chapter3.pdf]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
Bab-3.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (154kB)
![Chapter4.pdf [thumbnail of Chapter4.pdf]](http://repository.uph.edu/style/images/fileicons/text.png)
Penutup.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (56kB)
Preview
Pustaka.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.
Download (59kB) | Preview
Abstract
Suatu perusahaan yang telah digugat pailit oleh kreditornya, maka salah satu
Jalan untuk menghindari kepailitan adalah dengan mengajukan Penundaan
Kewajiban Pembayaran Utang atau disebut juga dengan PKPU. Sebisa mungkin
suatu perusahaan harus menghindarkan diri dari kepailitan, karena kepailitan bukan
saja merugikan debitornya tapi juga merugikan banyak pihak. Dalam PKPU juga
memberikan pilihan bagi kreditor dan debitor dalam mengajukan rencana
perdamaian. Perjanjian perdamaian yang dibuat harus di penuhi seluruhnya oleh
debitor dan wajib dibuktikan apabila telah melakukan apa yang diperjanjikan dalam
perjanjian perdamaian. Dalam kasus skripsi ini membahas, PT. Hikada Putera Karunia dan PT. Puri
Nikki membuat perjanjian perdamaian yang terdiri dari 4 point, PT. Hikada Putera
Karunia membatalkan perjanjian perdamaian dengan dalil bahwa PT. Puri Nikki
tidak melaksanakan apa yang ada dalam perjanjian perdamaian, lalu PT. Puri Nikki
dinyatakan pailit atas pembatalan perjanjian perdamaian oleh hakim Pengadilan
Niaga Surabaya. PT. Puri Nikki telah melaksanakan apa yang termuat dalam
perjanjian perdamaian dengan pembuktian yang memadai, bahkan PT. Hikada
Putera Karunia telah menerima pembayaran utang melalui Debts Equity Swapt dan
menjadi salah satu pemegang saham di PT. Puri Nikki. Munculah rumusan masalah
“apakah benar/tepat putusan Pengadilan Niaga Surabaya No.14 /Plw.Pailit /2014
/PN.Niaga.Sby Jo No.03 /PKPU /2010/ PN.Niaga.Sby yang menyatakan batalnya
perjanjian perdamaian yang dibuat oleh PT. Hikada Putera Karunia dan PT. Puri
Nikki?” Penelitian ini menggunakan bahan hukum primer yang berupa peraturan
perundang-undangan dan bahan hukum sekunder. Hasil dari penelitian ini yaitu
Pertama, putusan No.14 /Plw.Pailit /2014 /PN.Niaga.Sby Jo No.03 /PKPU /2010/
PN.Niaga.Sby dengan membatalkan perjanjian perdamaian tidak tepat karena apa
yang ada dalam perjanjian perdamaian telah dilaksanakan seluruhnya oleh tergugat.
Kedua, penggugat tidak memiliki legal standing karena PT. Hikada Putra Karunia
telah mendapatkan pembayaran melalui debs to equity swapt dan telah memperoleh saham di PT. Puri Nikki, Seharusnya perikatan yang timbul hapus karena sudah ada pembayaran (Pasal 1381 BW). Ketiga, satu kreditur tidak bisa membatalkan apa
yang menjadi kesepakatan mayoritas kreditur, gugatan kurang pihak untuk
membatalkan perjanjian perdamaian, apabila ingin membatalkan perjanjian
perdamaian harus bersama-sama dengan kreditur konkuren yang menyetujui
perjanjian perdamaian tersebut. Saran yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu
hakim seharusnya lebih mencermati bukti-bukti terlampir dalam kasus yang
bersangkutan. Seyogyanya Komisi Yudisial secara serius memeriksa putusan-
putusan perkara pailit yang bertentangan dengan perundang-undangan, konsep-konsep dan teori-teori.
Item Type: | Thesis (Bachelor) |
---|---|
Creators: | Creators NIM Email ORCID Wimayo, Devina NIM05120120001 UNSPECIFIED UNSPECIFIED |
Contributors: | Contribution Contributors NIDN/NIDK Email Thesis advisor Hehakaya, Hans Edward UNSPECIFIED UNSPECIFIED Thesis advisor Paula, Paula UNSPECIFIED UNSPECIFIED |
Uncontrolled Keywords: | pkpu; perjanjian perdamaian; pembatalan perjanjian perdamaian; legal standing |
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | University Subject > Current > Faculty/School - UPH Surabaya > Faculty of Law > 74201 - Department of Law Current > Faculty/School - UPH Surabaya > Faculty of Law > 74201 - Department of Law |
Depositing User: | Rafael Rudy |
Date Deposited: | 17 Jan 2024 08:51 |
Last Modified: | 17 Jan 2024 08:51 |
URI: | http://repository.uph.edu/id/eprint/60274 |