Kajian jenis mikroba dan lama penyimpanan terhadap aktivitas antimikroba dan antioksidan ekstrak etanol kulit melinjo merah

Wielard, Steven (2019) Kajian jenis mikroba dan lama penyimpanan terhadap aktivitas antimikroba dan antioksidan ekstrak etanol kulit melinjo merah. Bachelor thesis, UNSPECIFIED.

[img] Text (Title)
Title.pdf
Restricted to Registered users only

Download (929kB)
[img]
Preview
Text (Abstract)
Abstract.pdf

Download (141kB) | Preview
[img]
Preview
Text (TOC)
TOC.pdf

Download (159kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter1)
Chapter1.pdf

Download (87kB) | Preview
[img] Text (Chapter2)
Chapter2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (274kB)
[img] Text (Chapter3)
Chapter3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (192kB)
[img] Text (Chapter4)
Chapter4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (255kB)
[img] Text (Chapter5)
Chapter5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9kB)
[img]
Preview
Text (Bibliography)
Bibliography.pdf

Download (120kB) | Preview
[img] Text (Appendices)
Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Melinjo (Gnetum gnemon L.) merupakan spesies dalam family Gnetaceae yang dibudidayakan secara luas dan banyak tumbuh di kawasan Asia Tenggara. Kulit melinjo hanya dijadikan sebagai limbah kemungkinan besar dibuang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen aktif yang ada dalam kulit melinjo merah dan menguji aktivitas antimikroba terhadap S. aureus, S. Typhi, L. monocytogenes, dan C. albicans, serta kestabilan senyawa antioksidannya. Kulit melinjo yang bewarna merah mempunyai total fenolik, β-karoten, likopen, total karotenoid, dan vitamin C yang paling tinggi jika dibandingkan dengan buah melinjo bewarna kuning dan hijau. Komponen aktif yang terdapat pada kulit melinjo memiliki potensi sebagai antimikroba maupun antioksidan. Kulit melinjo merah diekstraksi menggunakan metode maserasi pada suhu ruang menggunakan pelarut etanol dengan perbandingan pelarut dan bubuk kulit melinjo 4:1. Pengujian aktivitas antimikroba dilakukan menggunakan 4 jenis mikroorganisme yaitu S. aureus, S. Typhi, L. monocytogenes, dan C. albicans. Ekstrak yang digunakan dibagi kedalam beberapa konsentrasi yaitu, 0, 4, 8, 12, dan 16%. Pengujian stabilitas antioksidan terhadap lama waktu penyimpanan dilakukan selama 12 hari (hari ke-0, 3, 6, 9, dan 12). Hasil analisis terhadap aktivitas antimikroba menunjukan bahwa ekstrak kulit melinjo merah memiliki kemampuan dalam menghambat S. aureus, S. Typhi, dan L. monocytogenes, tetapi tidak dapat menghambat C. albicans. Konsentrasi ekstrak yang terpilih adalah 12% dengan diameter hambat yang dihasilkan pada S. aureus, S. Typhi, dan L. monocytogenes secara berurutan sebesar 18,06 mm, 16,73 mm, dan 17,42 mm. Selain itu, ekstrak kulit melinjo merah memiliki aktivitas antioksidan dengan konsentrasi sebesar 627,0680 ppm yang dibutuhkan untuk mencapai nilai IC50. Namun seiring bertambahnya waktu penyimpanan, kemampuan ekstrak kulit melinjo merah sebagai senyawa antioksidan akan menurun diikuti dengan penurunan kandungan total fenolik, flavonoid, vitamin C, dan karotenoid.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Creators:
CreatorsNIMEmail
Wielard, Steven00000011753UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Kulit melinjo merah, aktivitas antimikroba, stabilitas antioksidan, ekstraksi
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP368-456 Food processing and manufacture
Depositing User: Mrs Marselita Harapan
Date Deposited: 12 Nov 2020 08:05
Last Modified: 12 Nov 2020 08:05
URI: http://repository.uph.edu/id/eprint/12243

Actions (login required)

View Item View Item