Karakteristik minuman fungsional daun keji beling (strobilanthes crispus) dengan penambahan ekstrak jahe (zingiber officinale) dan pemanis stevia

Monica, Monica (2019) Karakteristik minuman fungsional daun keji beling (strobilanthes crispus) dengan penambahan ekstrak jahe (zingiber officinale) dan pemanis stevia. Bachelor thesis, UNSPECIFIED.

[img] Text (Title)
Title.pdf
Restricted to Registered users only

Download (636kB)
[img]
Preview
Text (Abstract)
Abstract.pdf

Download (109kB) | Preview
[img]
Preview
Text (TOC)
TOC.pdf

Download (123kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter1)
Chapter1.pdf

Download (80kB) | Preview
[img] Text (Chapter2)
Chapter2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (243kB)
[img] Text (Chapter3)
Chapter3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (161kB)
[img] Text (Chapter4)
Chapter4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (288kB)
[img] Text (Chapter5)
Chapter5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (70kB)
[img]
Preview
Text (Bibliography)
Bibliography.pdf

Download (96kB) | Preview
[img] Text (Appendices)
Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tanaman herbal seperti daun keji beling (Strobilanthes crispus) dan jahe (Zingiber officinale) telah dilaporkan memiliki sejumlah senyawa fitokimia yang memiliki aktivitas inhibisi α-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan daun keji beling dan ekstrak jahe dalam pembuatan minuman fungsional yang diharapkan memiliki aktivitas inhibisi terhadap α-glukosidase. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Pada penelitian pendahuluan, daun keji beling dikeringkan menjadi teh, sedangkan jahe diesktraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol food grade 96%. Teh daun keji beling dan ekstrak jahe diuji terhadap aktivitas inhibisi α-glukosidase, aktivitas antioksidan, total fenolik, dan total flavonoid. Pada penelitian utama, dilakukan pembuatan minuman fungsional dari seduhan teh daun keji beling yang diberi penambahan empat level ekstrak jahe (0,30 g, 0,45 g, 0,60 g, dan 0,75 g) dan tiga level pemanis stevia (2,0 g, 3,5 g, dan 5,0 g). Seluruh formulasi minuman diuji dengan uji organoleptik, derajat warna, pH, dan total padatan terlarut kemudian dilakukan penentuan formulasi minuman fungsional terpilih. Uji yang dilakukan pada minuman fungsional terpilih adalah aktivitas inhibisi α-glukosidase, kinetika inhibisi α-glukosidase, aktivitas antioksidan, total fenolik, dan total flavonoid. Karakteristik teh daun keji beling memiliki aktivitas inhibisi α-glukosidase sebesar 46,16% pada konsentrasi 30.000 ppm, aktivitas antioksidan dengan IC50 sebesar 93.136,05 ppm, serta kandungan total fenolik dan flavonoid sebesar 6,59 mg GAE/g dan 4,70 mg QE/g. Karakteristik ekstrak jahe memiliki aktivitas inhibisi α-glukosidase dengan IC50 sebesar 154,46 ppm, aktivitas antioksidan dengan IC50 sebesar 83,61 ppm, serta kandungan total fenolik dan flavonoid sebesar 224,44 mg GAE/g dan 43,24 mg QE/g. Formulasi minuman fungsional terpilih adalah minuman dengan penambahan 0,45 g ekstrak jahe dan 5,0 g stevia. Minuman fungsional terpilih memiliki aktivitas inhibisi α-glukosidase sebesar 48,26% pada konsentrasi 30.000 ppm dengan jenis inhibisi nonkompetitif, aktivitas antioksidan dengan IC50 sebesar 84.771,50 ppm, serta kandungan total fenolik dan flavonoid sebesar 7,02 mg GAE/g dan 5,88 mg QE/g.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Creators:
CreatorsNIMEmail
Monica, Monica00000015628UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: daun keji beling, ekstrak jahe, inhibisi α-glukosidase, antioksidan
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP368-456 Food processing and manufacture
Depositing User: Mrs Marselita Harapan
Date Deposited: 16 Nov 2020 09:38
Last Modified: 16 Nov 2020 09:38
URI: http://repository.uph.edu/id/eprint/12390

Actions (login required)

View Item View Item