Aplikasi edible coating berbasis kulit kopi (coffea canephora) dan umbi porang (amorphophallus muelleri blume) untuk memperpanjang umur simpan apel terolah minimal

Katherina, Livia (2019) Aplikasi edible coating berbasis kulit kopi (coffea canephora) dan umbi porang (amorphophallus muelleri blume) untuk memperpanjang umur simpan apel terolah minimal. Bachelor thesis, UNSPECIFIED.

[img] Text (Title)
Title.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (Abstract)
Abstract.pdf

Download (392kB) | Preview
[img]
Preview
Text (TOC)
TOC.pdf

Download (361kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter1)
Chapter1.pdf

Download (190kB) | Preview
[img] Text (Chapter2)
Chapter2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (494kB)
[img] Text (Chapter3)
Chapter3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (521kB)
[img] Text (Chapter4)
Chapter4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (608kB)
[img] Text (Chapter5)
Chapter5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (421kB)
[img]
Preview
Text (Bibliography)
Bibliography.pdf

Download (332kB) | Preview
[img] Text (Appendices)
Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Apel terolah minimal memiliki umur simpan yang singkat karena mudah mengalami pencoklatan enzimatis setelah proses pengupasan dan pemotongan. Kulit kopi merupakan sumber pektin dan umbi porang merupakan sumber glukomanan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan edible film dan edible coating. Penelitian ini bertujuan untuk membuat edible coating berbahan dasar pektin kulit kopi robusta dan glukomanan umbi porang serta mengaplikasikannya pada apel terolah minimal untuk memperpanjang umur simpan. Edible film dibuat dengan penambahan 4 taraf konsentrasi gliserol (0%, 1%, 2%, 3%), dan 3 taraf rasio pektin: glukomanan (1:1, 3:4, dan 4:3). Formulasi terpilih adalah edible film berbahan dasar pektin: glukomanan 3:4 dan konsentrasi gliserol 1% dengan nilai kuat tarik 2,05±0,04 MPa, elongasi 40,13±0,39%, dan laju transmisi uap air 3,50±0,02 g mm/ m2 jam. Apel terolah minimal yang dilapisi edible coating memiliki umur simpan 3 hari pada penyimpanan suhu ruang dan 15 hari pada penyimpanan suhu dingin. Sementara, apel terolah minimal yang tidak dilapisi edible coating memiliki umur simpan 2 hari pada penyimpanan suhu ruang dan 12 hari pada penyimpanan suhu dingin. Oleh karena itu, semua apel terolah minimal yang dilapisi edible coating memiliki masa simpan yang lebih lama. Edible coating juga dapat mempertahankan mutu dari apel terolah minimal termasuk susut bobot, total mikroba, total kapang dan khamir yang lebih rendah, serta tingkat kekerasan, tingkat kecerahan, total asam tertitrasi, dan total padatan terlarut yang lebih tinggi.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Creators:
CreatorsNIMEmail
Katherina, Livia00000017709UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: apel terolah minimal, edible coating, edible film, kulit kopi (Coffea canephora), porang (Amorphophallus muelleri Blume)
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP368-456 Food processing and manufacture
Depositing User: Mrs Marselita Harapan
Date Deposited: 16 Nov 2020 09:55
Last Modified: 16 Nov 2020 09:55
URI: http://repository.uph.edu/id/eprint/12393

Actions (login required)

View Item View Item