Imobilisasi enzim kitinase ekstraseluler semi murni hasil isolasi dari mucor circinelloides menggunakan media karagenan

Chen, Steven Lemena (2019) Imobilisasi enzim kitinase ekstraseluler semi murni hasil isolasi dari mucor circinelloides menggunakan media karagenan. Bachelor thesis, UNSPECIFIED.

[img] Text (Title)
Title.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (Abstract)
Abstract.pdf

Download (34kB) | Preview
[img]
Preview
Text (TOC)
TOC.pdf

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter1)
Chapter1.pdf

Download (37kB) | Preview
[img] Text (Chapter2)
Chapter2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (191kB)
[img] Text (Chapter3)
Chapter3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (280kB)
[img] Text (Chapter4)
Chapter4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (431kB)
[img] Text (Chapter5)
Chapter5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (28kB)
[img]
Preview
Text (Bibliography)
Bibliography.pdf

Download (160kB) | Preview
[img] Text (Appendices)
Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Kitin merupakan salah satu kandungan yang terdapat pada cangkang udang, kitin dapat dihidrolisis menjadi produk turunannya yaitu glukosamin. Turunan kitin seperti N-asetilglukosamin dapat diperoleh dari hidrolisis menggunakan enzim kitinase yang dihasilkan oleh mikroorganisme kitinolitik salah satunya adalah Mucor circinelloides. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah enzim dan konsentrasi karagenan yang paling baik untuk melakukan imobilisasi enzim kitinase dalam memproduksi N-asetilglukosamin dan menentukan stabilitas enzim kitinase terimobilisasi dengan cara fermentasi berulang untuk memproduksi Nasetilglukosamin. Pembuatan kitin dilakukan dengan demineralisasi dan deproteinasi kulit udang windu. Penentuan konsentrasi karagenan dan enzim dilakukan dengan menggunakan konsentrasi karagenan 1,5%; 3%; 4,5%; dan 6% serta jumlah enzim 0,2 mL; 0,4 mL; 0,6 mL; 0,8 mL; dan 1 mL. Konsentrasi karagenan dan enzim terbaik yang telah didapatkan pada penelitian tahap I kemudian dilakukan fermentasi berulang sebanyak 4 kali untuk menentukan stabilitas enzim kitinase imobil pada penelitian tahap II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi karagenan dan enzim yang optimum untuk digunakan pada tahap imobilisasi adalah karagenan 4,5% dan enzim 0,8 mL yang dapat menghasilkan konsentrasi N-asetilglukosamin sebesar 11424,67 ± 100,17 ppm. Dalam penelitian tahap II, stabilitas enzim kitinase imobil menurun seiring dengan dilakukannya fermentasi berulang dengan konsentrasi N-asetilglukosamin paling tinggi ada pada fermentasi ke-1 yaitu sebesar 11984,20 ± 503,42 ppm dan konsentrasi paling rendah pada fermentasi ke-4 yaitu sebesar 1043,33 ± 25,58 ppm.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Creators:
CreatorsNIMEmail
Chen, Steven Lemena00000015441UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Imobilisasi, karagenan, kulit udang windu, Mucor circinelloides, Nasetilglukosamin.
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP368-456 Food processing and manufacture
Depositing User: Mrs Marselita Harapan
Date Deposited: 16 Nov 2020 09:32
Last Modified: 16 Nov 2020 09:32
URI: http://repository.uph.edu/id/eprint/12389

Actions (login required)

View Item View Item